Tampilkan postingan dengan label Sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekolah. Tampilkan semua postingan

5.14.2009

Baru Sadar...

...kalo ternyata tiap guru b. Ing. di sekolah memanggilku dengan nama kesayangan yang berbeda.
Nama asli: DIRYATI.
Ma'am Ririn: RIRI (oh, oke, itu emang nama kecilku dari rumah, jadi gak begitu terdengar asing.)
Ma'am Yayah: DIR-DIR (wew, lumayan imut dan menggemaskan! :3)
Tapi yang paling aneh, gak habis pikir deh, kok bisa-bisanya...
Ma'am Lilis: DIRLY (?) (toweweew..sejak kapan!? aneh...)
Ma'am Tina: . . . (gatau deh, perasaan belum pernah dipanggil ama beliau.)
Sekian. Iseng aja nulis hal-hal di atas. :)

5.11.2009

My New Hair Cut!

Wahaha, mendadak artis hari ini... Siapa? Aku? Bukan laah... Tapi rambutku yang mut imut ini! Hehe, dasar rambut-but-but, kau tersiksa akibat keimutanmu sendiri, kasihan... :p
Berawal dari siang yang terik di hari Minggu, ditawari potong rambut gratis sama Ibu. Yahaha, mau donk yang gratis-gratis! :D Dan aku digiring ke sebuah saloon...
"Mau dipotong apa, Dek?"
"Err..kayak'a dipendekin aja, gak usah ganti gaya."
"Knapa gak nyoba gaya rambut'a BCL?"
"Yang panjang sebelah itu? Gak ah, shaggy aja lagi, gamau yang aneh-aneh..."
"Masih suka shaggy? Ganti model nanti pas uda bosen yaa..."
"Hehe..." *dalam hati: padahal NOL BESAR! Aku yang gak suka mode ini gak bakal bosen sama gaya rambutku, bahkan sampai mati pun takkan kuubah!*
Uwew, rambutku jadi pendek, ta-tapi...lihatlah ke cermin! Aw, I LIKE IT! :O Rambutku jadi lucu, makin menambah percaya diriku, hehe. :D
Pulang dari salon, langsung aja 30mnt nonstop jeprat-jepret plus cengar-cengir di kamar. Waktu'a bernarsis-ria! Ew, dasar rambut yang menakjubkan, sampai bisa membuat diriku melakukan sesi pemotretan gini. Padahal, aku kan..anti difoto! Hah, yasudahlah, itung-itung menyambut rambut baru.
Keesokan harinya, di sekolah, uwauwaa..tak terhitung banyaknya orang yang mengagumi rambutku, haha! Yang katanya lucu lah, yang lembut lah, yang ini dan itu lah. Ada yang ngelus-ngelus, megang-megang, berteriak kagum, wakakak! :O Ini membuktikan kalo mbak-mbak yang kemarin tu masternya penata rambut, hoho. Rambut, but...andai bisa kulepas-lepas, ntar kau bakal kusewain ke orang-orang deh, 5ribu per menit oke juga tuh, hazzeeek... :D

5.08.2009

Kebencian yang Paling Menguras Air Mata

Kau tahu? Aku tlah ditakdirkan tuk membenci sesuatu. Sesuatu itu bukan benda, bukan manusia, melainkan suatu kegiatan.
Entah sejak kapan aku membencinya. Padahal aku melakukannya tiap hari, namun tetap saja aku membencinya. Kalo saja pada hidup ini aku bisa bertelepati, takkan kulakukan hal itu slmanya. Kalo saja tak ada yang kberatan jika kugantikan itu dengan tulisan, bisa jadi aku akan lupa bagaimana cara mlakukan itu.
Jujur saja, aku benci berbicara. Aku benci melakukannya. Aku gak suka mengucap kata demi kata biar didengar orang. Aku gak suka entah sejak kapan.
Aku malas menggerakkan bibirku. Lebih malas lagi kalo ucapanku itu sangat diperhatikan dan sampai menentukan masa depanku. Aku benci berbicara. Karna tiap ucapan akan mengatakan siapa dirimu sbenarnya. Karna tiap perkataan yang salah akan membuat orang membencimu. Lidah salah bergerak, maka kebencian akan muncul.
Sungguh aku amat sangat membenci kegiatan itu, huh! Perlahan, aku mulai menyukainya, memang. Tapi kalo mesti melafalkan bahasa asing yang akan berefek dahsyat dalam hidup ini, kegiatan itu benar-benar TERKUTUK! Aku benci karna aku membencinya. Padahal aku sudah berusaha, tapi mental pengecut rupanya masih mengakar kuat di benakku, bah... Aku tahu, mau gamau aku HARUS melakukannya. Tak pduli otak-hati-roh skalipun menjerit untuk menjalankannya. Ah, aku payah... Kalo memang tertakdir untukku dicoret namanya dari kelas SBI, lakukan saja kalo itu yang terbaik. Bcoz a chicken will never be needed in this cruel world.

5.04.2009

Haari Iniii...

Hari ini...
Begitu berarti...
3 tahun sudah kita tlah lewati...
Hwooy..apa kabar ni blog? Sudah lama tidak menghiasi tubuhnya dengan karakter demi karakter, sampe ada sarang laba-labanya gini, haha. :O
Ada beberapa aspek penyebab malasnya memenuhi tempat ini:
1. Karna format pengetikan tidak bisa dibetulkan tanpa alasan yang jelas. Alhasil tiap postingan jadi hancur berantakan. :@
2. Kesibukan menulis di blog 9a. Uh..ngos-ngosan kalo tiap hari nulis di 2 blog skaligus, apalagi kalo didukung faktor ke-3. :f
3. Kelelahan akibat rutinitas sehari-hari. Udah deh, langsung tewas di atas ranjang kalo lagi kecapekan, gak ada kesempatan untuk jari jemari menciptakan satu lagi maha karya di atas kanvas dunia maya, hem.
Kembali ke topik, hari ini...mengikuti tes senam, tes kesenian, juga persiapan tes vsika.
Tes senam: Alhamdulillah, mendulang sukses. Penampilan hari jauuuh..lebih baik daripada yang sudah-sudah. Yah, meskipun tidak menjadi yang terbaik, tapi kami yang tadinya tim underdog di kelas merasa amat teramat sangat puas sekali dengan apa yang kami raih hari ini. Ninty, yeah!! :D :D
Yang kedua, penampilan kesenian. Saya bersama 3 rekan saya, Yola-Upi-Rana, memutuskan untuk membentuk grup vokal dan menyanyikan 2 buah lagu bersama. Lihatlah Lebih Baik-nya Sherina dipandang sebagai pembuka yang tepat. Sedangkan Kisah Kita-nya Vidi Aldiano menjadi penutup.
Kami menjadi penampil kedua setelah anak-anak cowok maju. Mengenai penampilan mereka, aku suka Lagu bikinan mereka, bahkan semenjak pertama kali mendengarnya ketika musikalisasi puisi dulu. Gitar melodinya juga asyik didengar. :z
Penampilan slanjutnya, kel. Dila. Mereka membawakan 3 buah lagu, dan sayangnya cuma Dila yang menonjol di keseluruhan 3 lagu tersebut. :( Mau bagaimana juga, harus kuakui bahwa Dila memang hebat, baik dalam bermain vokal maupun bermain musik. ;)
Lalu, ada penari-penari lincah tradisional sebagai satu-satunya pementas yang menari. Yak, bagus skali (habis saya kan gak bisa nari, hehe :D). Tika terlihat paling gemulai di antara 2 teman yang lain. Yang paling mantap di pose terakhir mereka, KEREEN!!
Lalu Yenny maju sendiri, entah mengapa... :t
Di akhir acara ujian praktek ini, 5 orang cewek tampil dengan puisinya..lalu menyanyikan lagu Sahabat (?) dan Uptown Girl. Aku jatuh cinta sama kandungan puisi yang mereka bawakan, namun penampilan mereka saat membawakan lagu kurang maksimal... :x
Usai kah hari ini? Ternyata belum... Siang memanas sepanas otakku yang panas memikirkan nasib alat peraga vsika. Uy uyy..presentasinya besok nih! Kapan mau selesainya? Yak, kami berlima, saya-Dila-Vika-Asmi-Uji, sepakat untuk menyelesaikan sgalanya di rumah Asmi. Tau gak apa jadinya kami di rumah itu? Huaa..FULL OF TANK, perut terisi lebih dari cukup dan hampir tak sanggup menyimpan isinya. Huee..kenyang, kenyang, asek, asek, hehe. Makasih banyak ya, Asmi Kawan kita semua... :D

4.12.2009

Disaat Kesamaan Membawa Bencana...

Siang itu, di suatu ruang kelas di sebuah sekolah menengah pertama.

Orang-orang: Blablablaa...(asyik bercanda ria)

Pelaku: (meraih suatu benda dan mencuri isinya) Glek...glek...glek...(sembari memperhatikan orang-orang di sekitarnya)

Korban: (melihat pelaku) !

Pelaku: (membalas tatapan korban dengan wajah-tanpa-dosa)

Korban: . . .

Pelaku: . . .

Orang di sebelah pelaku: . . .

Pelaku: Ahh! Maaf, saya khilaf! (memohon ampun pada empunya barang berkali-kali)

Orang di sebelah pelaku: Hei, hei, punyamu kan ada di sebelah sana, yang ini kan punyanya dia!

Pelaku: Ah, tuh kan! Aduh...maafin saya yah...

Korban: Haha, udah kok, gapapa...(sambil tersenyum)

Pelaku: Duh..duh..tapi kan...(panik-panik gimanaa..gitu)

Korban: Udah udah, gapapa kok, beneran! (berusaha menenangkan si pelaku)

Namun, tetap saja si pelaku melebaykan diri, sementara si korban, yang seharusnya panik, justru terlihat sibuk menenangkan pelaku. Sangking berlebihannya nih, si pelaku bergegas ke kantin lalu membeli dan meletakkan 1 gelas air mineran gope'an di atas meja korban sebagai pengganti barang yang diambilnya tadi. Orang yang ada di sebelah korban waktu itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.

3.20.2009

AirMata RossDiana

Hai-hai ^^, namaku Rosdiana. Senang sekali mendapat kesempatan untuk berbagi pengalaman dengan kalian semua. Aku mau menceritakan satu hari yang berkesan bagiku, hari dimana aku genap 15 tahun (seharusnya ganjil ya, tapi nanti jadi gak nyambung... :p) berpijak di atas bumi pertiwi. Ah, tak terasa...aku telah cukup umur untuk berpikir dewasa. Namun, jiwaku sepertinya masih butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan kerasnya dunia. Cerita ini akan selalu kuingat sebagai bagian dari proses perkembanganku yang indah...

Hari ini hari Jumat, kalender menunjuk ke tanggal 20 di bulan ke-3 tahun ini. Hah...di sekolah lagi ada hajatan mid semester, pusing sing sing. Kulalui rutinitas pagiku layaknya kemarin, tanpa terlalu memikirkan bakal jadi apa hari yang cukup spesial ini. Hiyaaa...banyak yang mengucap selamat teruntukku, ^^ Haha, jadi inget kemarin... Dengan santainya Yola membicarakan rencana rahasia besar bersama di depanku, wkwk! Aku jadi senang begini rasanya.

Akhirnya, bisa pulang sekolah juga... Tumben Yola dan Yuna masih bertengger di sekolah, biasanya kan...yah, tak usah dipikirkan. Hem...ngobrol-ngobrol, cas-cis-cis, temen-temen banyak bergerombol di sana-sini. Huft, capek, duduk ah... Sempat juga ku ajak pulang, tapi semua menolak, bahkan aku sempat disebut serupa dengan Yola, ya deh...nyerah nyerah, ikutan kalian aja.

Agak lama berselang...serempak beberapa orang menghampiriku, dan... HAPPY BIRTHDAY! Banyak banget yang ngucapin, teman yang ada di sekitar langsung kompak menyanyikan beberapa bait lagu untukku, wawaw. Hahai, aku dapet kadooo...katanya patungan gitu, tapi aku gak begitu peduli, karena bonekanya immuuuut...^^ Sapi lucu nan menggemaskan, uw uuw... 

Ku main-mainkan boneka baruku, yah...emang imut sih. Ada seorang kawanku yang tak henti-hentinya mengagumi si sapi, hehe, dia tuh yang berburu siang dan malam dan akhirnya menemukan sapi ini, hem, gatau juga deh kapan nyarinya, sotoy-sotoy dikit gapapa dong...hoho. Intinya, dia yang paling heboh. Ada juga yang cinta bonekaku, yah...gak seheboh orang pertama, namun terlalu menghayati sang pujaan sebagai MH, maksudku sang sapi. Duh...ada-ada aja...^^b

Aaah...sapiku diculik mereka ke kamar mandi! Duh, gimana nih? Kalo jadi bau WC, apa mereka mau tanggung jawab?? Gak terlalu kupikirin juga... Ujung-ujungnya aku juga ke toilet itu, gatau deh digiring ke sini buat apa, pokoknya ikutan aja... Sempat berbincang-bincang di depan toilet, aneh juga, tapi sejauh ini aman-aman saja. Lama-lama kami berpindah ke depan kantor... Eh, ada Aya! Ah, bonekaku! Direbut lagiii...T_T Kapan aku bisa berduaan dengannya? Sebegitu imutkah ia di mata para wanita?? Uhuhuuu...masalahnya, Aya yang megang, AYA loh, harus bersiaga, karena dia bukanlah orang sembarangan...(haha, piiis, Ya V^^)

Tinggalin ah, capek saya main-main sama Aya! Euh, tapi malah diomelin sama 'orang pertama' (mohon cermati 2 paragraf sebelum ini). Yaiyaaa...lalu berusahalah kurebut boneka dari sosok menyebalkan yang mempermainkanku. Tapi...

Aaah!! JATUUUUH!! Ke got!

...

Hem, gapapa, cuma kotor dikit. Untung selokannya lagi kering.

Si orang pertama langsung ngambek. Ih, kok gitu banget ya?? Kan cuma dikit kotornya, lagipula gak sengaja koo...

Di depan tempat fotokopi depan sekolah, Aya menggebu-gebu menceritakan raut wajah orang pertama yang...marah besar.

...

Semakin didengar, semakin dibayangkan, semakin dirasa...a, aku...

Ih, padahal kan si orang kedua yang beli boneka tu ja biasa kok, gak marah-marah. Dia malah mencoba untuk menghiburku. Hiiih...beda banget sama yang orang satu tadi, apa kaliii...

Tik...tik...tik... Apa, Tik? Ngapain nengok? Jangan GR ah! Ehm, kita ulang...

Tik...tik...tik...air mataku...jatuh...perlahan namun pasti, muka yang ceria berubah merah... Kenapa sih, kok segitunya?? Gak habis pikir deh...

...

Orang kesatu (sama kayak pertama, ya iyalaah...) berteriak-teriak, seakan tak peduli denganku, mendekat pun tidak. Hiks...hiks...wajah yang penuh dengan tangis ini ingin segera pergi jauh... Tuk utuk utuk (efek kaki melangkah, maaf kalo kurang pas),  tiba-tiba...

Byuuur... Ah, basah! AKU TERSEBOR!! Bukannya selesai, malah menyulut masalah baru...

Temanku, yang itu tuh, tuambbah ngamuk. Gara-gara? Boneka yang kugenggam juga tersiram! Astaghfirullah...ta, tapi kan ini salah para tukang sebor, bukan aku! Kenapa? Kenapakenapakenapa?? ... Aku terpuruk dalam ketidakmengertianku dengan anak lebay itu.

Dia menjauh...terus dan terus menjauh pergi sambil menggenggam amarahnya. Uhh...sesegukan ku hampiri cewek itu perlahan, sembari mengucap beberapa patah kata terakhir untuknya.

Beberapa detik setelah itu. ... "Mana es krimnya?" Wawawaa...sialan, aku terkerjai oleh mereka, humh! Tapi jiwa sudah terlalu bergejolak, aku tetap ingin pulang meski mereka hanya bercanda. Hati ini...perih...uhh... Mereka terus memaksa, namun hati ingin pulang... Walau mereka menjanji es krim telah menanti, tapi luka ini akan terus ada untuk selamanya...

Tragis, sungguh tragis, sebuah persahabatan yang indah kini harus berakhir dengan...

...indah tentunya! ^^

Coming soon... AirMata RossDiana: Behind The Scene.

3.12.2009

Matematika Pasti Menyenangkan Kalau...

Betapa indahnya hari ini... Sampai hari ini, aku belum pernah merasakan matematika yang semanis ini, slurp...ah...lezat...andai di hari yang lain selalu seperti ini...
Mau tau kenapa? Yah...mungkin cuma kebetulan...udah rezekinya gitu. 
Saat jam pelajaran mtk, Pak Dudung membahas soal-soal yang ada di buku. Waktu mau menjelaskan suatu soal, tiba-tiba beliau kebingungan. Wew, pemandangan yang belum pernah terjadi selama mengajar di kelasku. Beliau tahu jawabannya, tapi bingung untuk menulis rumusnya. Dan...seisi kelas jadi sibuk mencari permecahannya, aku pun tak ketinggalan.
Krusak krusuk...aku mencoba-coba mensubstitusikan angka demi angka, hem...pusing! Tapi, tetep dilanjutkan...
Semua ini memakan waktu yang cukup lama, sampai akhirnya... Jreng jreng jreng...ketemu! Pas banget sesaat setelah Pak Dudung mengumumkan sayembara, "Barang siapa yang berhasil menemukan rumusnya, maka akan Bapak beli'in bakso! Eh, sama teh botolnya juga deh!". Tentunya kesempatan seperti ini takkan kusia-siakan, karena...jarang-jarang lho seorang Pak Dudung ngumumin sayembara dan anak-anak super komputer mtk belum menemukan hasilnya.
Aku maju menghadap Pak Dudung...lalu menuliskan hasil jerih payahku di atas permukaan papan tulis. Hosh...hosh...hosh...capek euy nulisnya! Cara yang kupakai memang tidak singkat, karena tak ada yang lebih pendek lagi. Selesai deh...
Setelah dicek...dicek...ups, langkah terakhirnya salah, yah...apakah hadiah utamanya akan hilang begitu saja? Ah, gapapa...yang penting sudah berusaha, meski sedikit sedih, hiks. Untungnya tidak, Pak Dudung memenuhi janjinya, memberiku sejumlah uang untuk membeli bakso, tapi minus teh botol karena jawabannya kurang sempurna... But...it's OK! Yang penting, kerja kerasku telah dihargai...baik dalam arti konotasi maupun arti denotasi, hehe.
Wah...kalo tiap pelajaran mtk kayak gini terus, khususnya kalo Pak Dudung kebingungan terus setiap mau menjelaskan soal, bisa-bisa anak muridnya berkantong penuh dengan duit dan semangat salalu dalam belajar mtk, yeeiy!!

3.07.2009

Sabtu yang Tak Biasa

Benar-benar hari yang...penuh dengan kejutan, setidaknya itulah yang kurasa hari ini. 
Hari ini tanggal 7 Maret, pertanda ada yang punya acara spesial, yaitu salah satu 'kawanku', Y*la. Kalo ada yang senang pastinya ada yang sirik dong... Dalam hari yang berbahagia ini tak ketinggalan aku bersama kawan" lain menyiapkan strategi pengelabuan, hem, intinya ngerjain si target aja.
Sudah jauh hari kami rancang sedemikian rupa, namun apa daya kami tetap manusia. Sial banget deh, ada rapat wali murid kelas 7 yang menghancurkan segalanya! Arghh...sedikit sebal, huh. Mau gamau kami menyusun rencana dadakan yang tercipta di otaknya Amel.
Sebagai pengemban misi dadakan penggiringan korban dengan improvisasi, aku merasa amat terbebani, belum gladi resik nih! Setelah bolak-balik ngikutin si target di bawah tusukan sinar mentari yang kejam, akhirnya semua berakhir di labirin truk yang ada di depan Pionir. Huft, AKHIRNYA.
Trus kita beralih ke rumah the victim yang beralamat di JL. Besi 5 no. 13 Komp. KS, tempat dimana dia merayakan tanggal lahirnya tahun ini. Begitu sampai di Jalan Besi 5, ada sesuatu yang tidak biasa, lagi... Bazar, yah, bazarnya TK Al-Muhajirin yang kok-bisa-ya-diadakan-hari-ini? Terlihat semarak, kayak pesta ulang tahun gitu, wew, Y*la langsung keGRan.
Tenda yg dipakai untuk bazar, serasa di tempat yang aku kenal...
Ada sekitar 1 jam yang kita lempar untuk mendekam di kamar sang target. Bukannya kita dikurung, kami rela kok berdiam diri di situ, demi kawan" kami yg masih ada di perjalanan menuju kemari. Kurang lebih jam 12 siang acara makan siang dalam rangka syukuran anaknya tuan rumah pun dimulai... Nyam...nyam...dengan ganasnya kucaplok semua makanan yang tersedia di meja, haha, jangan berkhayal yang tidak-tidak, aku masih normal kok... Setidaknya aku terlihat paling garang saat makan dibanding orang" di sekitarku saat itu.
Menginjak ke acara selanjutnya, yaitu sesi bermain di TK Al-Muhajirin. Jujur ya, ini adalah sesi yang paling disukai kalo lagi berkunjung ke rumah Y*la ataupun Upi, karena disitu ada taman bermain yang sangat menyenangkan... :) Tak bosan"nya kami bercengkerama di tempat itu, sembari mengenang masa kecil yang cukup bahagia...
Ini dia paket lengkap isi orang-orang yang hadir di sesi foto, minus tukang jepret dan Asti.
Di sinilah banyak terungkap fenomena yang...sebenarnya biasa namun...ah...susah dijelaskan dengan kata", pake foto dulu aja kali yah!
Ohh...sedang apa mereka?? Wawawaw...tertangkap basah melakukan...ckckck, aku tak mengerti apa yang mereka pikirkan. Foto ini diambil dari kamera tersembunyi. Siapa gerangan sosok hebat yang mengambilnya? Tidak lain dan tidak bukan adalah... AKU!! Hehe...
Ekhem...ekhem...saling menatap satu sama lain...
Dan mereka tidak menyadari kalu adegan ini tertangkap basah oleh kamera!
Gyahahaha... Cie cieee... (pa'an sih?) 
Asal kau tahu, pose ini sama sekali tidak direkayasa, terekam dengan tidak sengaja, sangat alami, tapi entah kenapa ada maknanya, ehem. 
Kau tahu? Aku terus keheranan, mengapa foto-foto macam ini banyak sekali tertangkap di hari yang cukup aneh ini? 
Haha, sedikit masuk akal kalo mengingat seperti apa orang yang lahir di tanggal ini. 
Ehm...sudah sudah, sepertinya cukup sekian. Setelah main-main sampe puas, jam 3 sore kami kembali ke tempat pengungsian sementara, rumah no. 13 itu. Sempat makan kue tart, tapi khusus aku sendiri tidak mencicipi, bagiku mengotak-atik hp lebih berguna daripada mencomoti kue tart coklat besar yang ada di depan mata, yang kata temen" rasanya yahut. 
Oke dee...aku pulang duluan, takut kena semburan di rumah, wow, aku lupa bilang kalo mau ke rumah orang...hehe. Berjalan ke arah matahari yang mulai condong ke barat, daku bersama Riris dan Manda sempat jeprat-jepret tak menentu. Aneh.
Tampak belakang. Kita mesti bolak-balik, maju-mundur cuma untuk mendapatkan foto ini.
Angkot pun tak ketinggalan memeriahkan hari janggal ini. Lagu damndut plus videonya berkumandang mengiringi kepulangan kami bertiga ke rumah masing-masing. 
Ckckck, Y*laa... Y*laa...

3.02.2009

Try-it-Out? Make Me Worse...

Oh...hari Senin pun tiba, saat yang paling ditunggu-tunggu... 
Namun, apakah di hari ini itu akan terlaksana? 
Kepastian belum kudapat, huft. 
Padahal...hati ini teramat gundah gulana.
Sewaktu jam pelajaran Sejarah, tiba-tiba anak satu kelas serempak ngibrit keluar ruangan! 
Lho, ono opo iki?? Aku kebingungan setengah mati. 
Ooh...ternyata dia sudah tiba! 
Woow...betapa dia langsung dikerubuti banyak sekali orang layaknya sesosok yang tenar. 
A...aku juga mau melihatnya, dari dekat.
Semakin dekat, semakin berkecamuk bermacam pikiran di otak. 
Akankaah...
Hem. 
...
Alhamdulillah...namaku berada dalam lembar pertama, itu artinya... 
Ah, seharusnya nilaiku bagus karena berada dalam lembar pertama, tapiii... 
2 dari 4 mapel yang diujikan menelurkan angka yang tak layak untuk dipandang. 
Masalahnya, gara-gara mereka itu, totalnya jadi 33, padahal targetku itu minimal 36 untuk bisa diterima di sekolah impianku. 
Haah... 
Meskipun ini baru Try Out, tapi ini sangat penting untuk membangun mentalku. 
Bukannya bikin senang, malah membuat pikiran jadi semrawut dan sedikit lepas kendali. 
Ah, gak gitu juga sih sebenarnya... 
Cukup tenang, tapi tekanan tetap bertambah.
Harapannya sih semoga hasil TO 2 bisa lebih baik daripada yang ini. 
Amin.

2.27.2009

Menangis Itu...

Menangis adalah suatu tindakan untuk melepaskan rasa perih di hati.
Menangis adalah sebuah pilihan terakhir kalo kita ga bisa ngapa-ngapain lagi.
Menangis biasanya beriringan sama penyesalan, bisa juga dengan rintihan.
Tapi...
Kalo menurutku, menangis itu hal yang terjadi di luar kendali kalo lagi berusaha menahan marah, tapi ga bisa...

2.26.2009

Tinggalkan Teman Berbuah Tusukan Maut

Hahahaa...sepertinya judul posting ini sedikit berlebihan... Tapi, emang bener kok, itulah adanya.
Hmm...mungkin salahku sendiri, mau-maunya ngikutin bisikan sesat seorang kawanku (sebut saja...Yola, bwahaha). Padahal cuma main-main, kok balesannya kilat banget ya?
Aku dan 2 manusia yang kukenal berniat meninggalkan seorang manusia yang lain. Biasanya kami berempat pulang bareng. Pas aku keluar dari gerbang sekolah, paaas...banget seseorang yang kukenal dengan sengaja (atau tidak? sampai saat ini masih dalam penyelidikan) menusukkan sesuatu yang tajam ke arah kepalaku, dan...kontan saja aku berteriak! (pastinya gak seheboh yang Anda kira)
Auwch...sakiiit...benda tajam itu menembus otakku! Ya engga laah... Ga sampe nancep kok, tenang aja... Benda itu cukup tajam, tapi ga cukup tajam untuk menembus padatnya tulang tengkorakku. Huft, selamet...tapi sakiiit!!
Ada yang tahu benda apakah itu? Ah, untung aja ga nembus ke otak, kalo iyaa...ga kebayang aja ada reporter yang ngelaporin kayak gini:
"Ditemukan sesosok mayat gadis yang terbaring di depan pintu gerbang salah satu SMP negeri di Cilegon. Saat ditemukan, ada luka tusuk yang menembus otak dengan diameter sekitar 0,5 cm yang diduga menewaskan pelajar ini. Di sekitar korban ditemukan banyak darah berceceran dan sebuah pensil tajam berlumuran darah. Oh, apakah siswi ini mati konyol akibat ditusuk pensil?? Sampai saat ini, pihak kepolisian masih mengejar pelaku yang berinisial AWA, teman dari korban itu sendiri. Saat ini ternyata telah merebak pembunuhan yang hanya bermodalkan alat tulis. Semoga pemerintah bisa mencari solusi untuk menyelesaikan fenomena seperti ini."
Wawawaa...jadi mendadak beken gara-gara mati dihunus pensil! Wkwkwk.
Naudzubillahi mindzalik... Aku mau mati dengan cara yang lebih terhormat deh, kalo aku bisa memilih...

2.24.2009

Aku yang Tidak (mau) Demam Panggung Lagi

Yup, itulah aku, seorang yang gemetar saat disuruh maju ke atas panggung (dalam tulisan ini, yang kumaksud adalah depan kelas). Uhum, seorang anak cewek yang sudah 2,5 th disumpali berbagai tugas yang berhubungan dengan maju ke depan kelas, menyuarakan pendapat, dan mempresentasikan tugas, tapi tetap merasa tidak biasa dengan hal-hal itu, ckckck.
Sempat aku mengingat yang lalu...saat pertama kali diminta presentasi saat masih kelas 7. Wauw, kukira membaca buku di depan kelas itulah presentasi, nyatanya...lebih rumit dari yang kubayangkan. Ah...menginjak ke tahun berikatnya, presentasi kembali menghadang. Sekedar pemberitahuan, ada satu pelajaran di sekolah yang punya agenda rutin, meminta siswanya untuk mempresentasikan materi pelajaran. Nah, tentu aja seorang aku itu ketakutan, gemetaran, wuaaah...gak nyaman.
Di tahun itu, aku sudah lumayan mengerti makna presentasi, menjelaskan sesuatu dengan bahasa kita, tidak terpaku buku. Ya ya, aku tahu, ga boleh takut, tapi badanku aja yang gamau nurut. Saat presentasi di pelajaran tersebut (perlukah kunyatakan namanya?), grogi datang merasuk, huwaaa.... Tadinya, aku punya pikiran untuk bikin sesuatu yang baru, bikin bagan di papan tulis sambil dijelasin, namun...rasa sialan itu tidak terkalahkan.
Menginjak tahun ini, alias di semester yang lalu, muncul lagi kewajiban untuk presentasi, hiaaah...aku masih mengeluh, aku masih tak biasa! Hm, materi kali ini dikit banget, dan ku lagi ga ada ide fresh buat menutupi kesedikitan itu. Alhasil...aku hanya membacakannya, parah! Ngomongnya kacau pula, kerongkongan kering abis, uwh. Nilainya? STD pun diraih, huft.
Dan tibalah hari ini...presentasi pelajaran itu lagi euy! Kulihat di sekeliling, teman-teman bersikap biasa semua deh, kayak ga ada apa-apa, duh aduh...sendiri dalam kepanikan. Khusus hari ini, semalaman sudah kupersiapkan matang-matang, mulai dari properti, latihan intensif, bikin kotretan biar bener-bener hapal, pokoknya siap lah! Tapi, jantung tetap berdetak tidak beraturan manakala saat aku maju ke depan.
Dag-dig-dug-dag-dug, sial!! Diam kau, jantung!!
Lepas kontrol, aaaaahh!! Ngomong kecepetan, mondar-mandir ga jelas, trus kayaknya kurang eye contact soalnya kebanyakan menghadap papan tulis. Tulisan yang ku tulis juga...semrawut, hancur-cur-cur-cur. Wew, mana ada Pak Hasan lagi, tiba-tiba muncul di jendela kelas, ah! >_<
Namun, ada yang beda di hari ini. 
Akuu...aku...puaaaaaas!! 
Semua pendapat yang berputar di otak bisa keluar semua, yeiyeiy!!
Ah, pengennya sih kayak begini selalu, ga ada rasa malu atau takut saat memuntahkan semua, dan orang-orang tidak keberatan saat seorang aku membuka mulutnya lebar-lebar.

12.20.2008

Cappeknya...

Oh, hari yang bikin cappek... Intinya si, hari ini bagi rapor di skolah, tapi banyak peristiwa yang mengiringi pembagian rapor ntu. Oke de, kita mulai...
Jam stengah nam pagi bangun, mau ikut ibu ke pasar, hoho. Masi teringat di benak ku, kala dulu waktu pertama kali ke pasar. Pasar Baru Cilegon yang bau, becek, kotor nan tidak steril bikin aku bergidik, tak kuasa tuk menahan diri untuk tidak pingsan. Beneran lho! Ah, pengalaman yang tak sedap... Ehm, oke, kembali ke hari ini. Akhirnya, ku sukses jalani satu jam berkelana di pasar. yeaaah!!!
Jam stengah dlapan, sampe di rumah. Abis mandi dan makan, bersama ibu pergi ke dokter gigi buat bersihin karang gigi yang...sudah menumpuk, hehe. Ada sekitar stengah jam di ruang dokter, cuma buat ngebersihin karang gigi. Mana pake bonus nyabut gigi susu pula, huh. Darah jadi ngocor terus nii...sbel.
Jam spuluh, nyampe di skolah de, akhirnyaa... Uda capek tau, slama perjalanan gigitin kapas di mulut...mulu, huft. Setelah menuntun ibu tercinta menuju ke kelasku yang suram, gabung de ma temen-temen... Hari ni rencananya mau poto bareng, buat kenang-kenangan gitu. Sekian waktu berlalu, akhirnya ibu kluar dari kelas menggandeng rapor ku yang...Alhamdulillah bagus...
Udahan? Blum lah! Peristiwa terakhir yang terjadi hari ini, yang bikin aku mengeluh kalo hari ni tu bkin cappek ialah...rencana poto bareng yang gagal... Uwh, sebel...sebel...