Tampilkan postingan dengan label Panik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Panik. Tampilkan semua postingan

4.12.2009

Disaat Kesamaan Membawa Bencana...

Siang itu, di suatu ruang kelas di sebuah sekolah menengah pertama.

Orang-orang: Blablablaa...(asyik bercanda ria)

Pelaku: (meraih suatu benda dan mencuri isinya) Glek...glek...glek...(sembari memperhatikan orang-orang di sekitarnya)

Korban: (melihat pelaku) !

Pelaku: (membalas tatapan korban dengan wajah-tanpa-dosa)

Korban: . . .

Pelaku: . . .

Orang di sebelah pelaku: . . .

Pelaku: Ahh! Maaf, saya khilaf! (memohon ampun pada empunya barang berkali-kali)

Orang di sebelah pelaku: Hei, hei, punyamu kan ada di sebelah sana, yang ini kan punyanya dia!

Pelaku: Ah, tuh kan! Aduh...maafin saya yah...

Korban: Haha, udah kok, gapapa...(sambil tersenyum)

Pelaku: Duh..duh..tapi kan...(panik-panik gimanaa..gitu)

Korban: Udah udah, gapapa kok, beneran! (berusaha menenangkan si pelaku)

Namun, tetap saja si pelaku melebaykan diri, sementara si korban, yang seharusnya panik, justru terlihat sibuk menenangkan pelaku. Sangking berlebihannya nih, si pelaku bergegas ke kantin lalu membeli dan meletakkan 1 gelas air mineran gope'an di atas meja korban sebagai pengganti barang yang diambilnya tadi. Orang yang ada di sebelah korban waktu itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.

3.02.2009

Try-it-Out? Make Me Worse...

Oh...hari Senin pun tiba, saat yang paling ditunggu-tunggu... 
Namun, apakah di hari ini itu akan terlaksana? 
Kepastian belum kudapat, huft. 
Padahal...hati ini teramat gundah gulana.
Sewaktu jam pelajaran Sejarah, tiba-tiba anak satu kelas serempak ngibrit keluar ruangan! 
Lho, ono opo iki?? Aku kebingungan setengah mati. 
Ooh...ternyata dia sudah tiba! 
Woow...betapa dia langsung dikerubuti banyak sekali orang layaknya sesosok yang tenar. 
A...aku juga mau melihatnya, dari dekat.
Semakin dekat, semakin berkecamuk bermacam pikiran di otak. 
Akankaah...
Hem. 
...
Alhamdulillah...namaku berada dalam lembar pertama, itu artinya... 
Ah, seharusnya nilaiku bagus karena berada dalam lembar pertama, tapiii... 
2 dari 4 mapel yang diujikan menelurkan angka yang tak layak untuk dipandang. 
Masalahnya, gara-gara mereka itu, totalnya jadi 33, padahal targetku itu minimal 36 untuk bisa diterima di sekolah impianku. 
Haah... 
Meskipun ini baru Try Out, tapi ini sangat penting untuk membangun mentalku. 
Bukannya bikin senang, malah membuat pikiran jadi semrawut dan sedikit lepas kendali. 
Ah, gak gitu juga sih sebenarnya... 
Cukup tenang, tapi tekanan tetap bertambah.
Harapannya sih semoga hasil TO 2 bisa lebih baik daripada yang ini. 
Amin.