Wahaha, mendadak artis hari ini... Siapa? Aku? Bukan laah... Tapi rambutku yang mut imut ini! Hehe, dasar rambut-but-but, kau tersiksa akibat keimutanmu sendiri, kasihan... :p
Berawal dari siang yang terik di hari Minggu, ditawari potong rambut gratis sama Ibu. Yahaha, mau donk yang gratis-gratis! :D Dan aku digiring ke sebuah saloon...
"Mau dipotong apa, Dek?"
"Err..kayak'a dipendekin aja, gak usah ganti gaya."
"Knapa gak nyoba gaya rambut'a BCL?"
"Yang panjang sebelah itu? Gak ah, shaggy aja lagi, gamau yang aneh-aneh..."
"Masih suka shaggy? Ganti model nanti pas uda bosen yaa..."
"Hehe..." *dalam hati: padahal NOL BESAR! Aku yang gak suka mode ini gak bakal bosen sama gaya rambutku, bahkan sampai mati pun takkan kuubah!*
Uwew, rambutku jadi pendek, ta-tapi...lihatlah ke cermin! Aw, I LIKE IT! :O Rambutku jadi lucu, makin menambah percaya diriku, hehe. :D
Pulang dari salon, langsung aja 30mnt nonstop jeprat-jepret plus cengar-cengir di kamar. Waktu'a bernarsis-ria! Ew, dasar rambut yang menakjubkan, sampai bisa membuat diriku melakukan sesi pemotretan gini. Padahal, aku kan..anti difoto! Hah, yasudahlah, itung-itung menyambut rambut baru.
Keesokan harinya, di sekolah, uwauwaa..tak terhitung banyaknya orang yang mengagumi rambutku, haha! Yang katanya lucu lah, yang lembut lah, yang ini dan itu lah. Ada yang ngelus-ngelus, megang-megang, berteriak kagum, wakakak! :O Ini membuktikan kalo mbak-mbak yang kemarin tu masternya penata rambut, hoho. Rambut, but...andai bisa kulepas-lepas, ntar kau bakal kusewain ke orang-orang deh, 5ribu per menit oke juga tuh, hazzeeek... :D
Tampilkan postingan dengan label Senang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Senang. Tampilkan semua postingan
5.11.2009
4.12.2009
Hari-Hari Tenang di Hari-Hari Akhirku di NF
2 hari TO terakhir ini, aku merasa senaaang..skali. Rasanya tenang, damai, tentram, hem..adem ayem, hehe. Gak da lagi kepanikan yang memburuku, atau kegundahan bakal da yang 'melirik' ke arahku atau tidak. Rasanyaaa..bebas sebebas-bebasnya aku menjalani TO slama ini. Eits, jangan dikira kalo pengawasnya tuh kelewat baik dan tak sampai hati melarang peserta tes 'berkeliaran', JUSTRU guru 'pembunuh'-lah yang membuatku nyaman, aneh ya? Haha, kau belum tahu sih duduk perkaranya...
Gara-gara tuh guru killer, kelas yang tadinya semrawut diterpa bermacam bising gak jelas, juga diluapi oleh kecurangan dan kelicikan di setiap sudutnya, mendadak berubah drastis. Gimana enggak?? Wong aura pembunuhnya sangat menusuk, haha, tapi teteep..gak bisa menandingi keganasan Bu Aan masa lampau, Bu Aan is da best lah!^^
Sayangnya, KENAPA BARU SEKARANG NF mengutus manusia penyelamat itu ke kelas P7? Mengapa baru sekarang, MENGAPA?? Apa mereka baru puas setelah menonton adegan demi adegan perjuangan beratku lewat CCTV tersembunyi itu? Setelah puas menertawakan belbagai adegan konyolku dalam mempertahankan harga diriku, gitu?? Bah, sebal daku mengingatnya... Tapi gapapa deh, setidaknya dalam 2 TO terakhir ini, aku bisa merasakan makna TO yang sesungguhnya...
Oh ya, bertanya-tanya apa yang terjadi dalam 2 hari itu? Oke, akan kucoba tuk mengingatnya... Ehm, hari ke-1, kesan pertama yang kutangkap saat kali pertama melihat beliau, "Wah, mengingatkanku pada seorang guru di sekolah...". Namun, di luar dugaan, guru itu..disiplin abiz! Busyet daah... Sampe ngusir murid sgala, ckck. Di akhir hari itu, aku menganggap bahwa setengah dari kekejaman Bu Aan yang lenyap rupanya telah menjangkiti pria tersebut. Hari ke-2, Alhamdulillah..diawasi sama guru itu lagi, senangnya!^^ Aura pembantai masih kental tercium di dalam kelas ini, hwehehee...Pak, makasi banyak udah susah payah mengawas dimari, kapan-kapan kesini lagi yah!^^
3.12.2009
Matematika Pasti Menyenangkan Kalau...
Betapa indahnya hari ini... Sampai hari ini, aku belum pernah merasakan matematika yang semanis ini, slurp...ah...lezat...andai di hari yang lain selalu seperti ini...
Mau tau kenapa? Yah...mungkin cuma kebetulan...udah rezekinya gitu.
Saat jam pelajaran mtk, Pak Dudung membahas soal-soal yang ada di buku. Waktu mau menjelaskan suatu soal, tiba-tiba beliau kebingungan. Wew, pemandangan yang belum pernah terjadi selama mengajar di kelasku. Beliau tahu jawabannya, tapi bingung untuk menulis rumusnya. Dan...seisi kelas jadi sibuk mencari permecahannya, aku pun tak ketinggalan.
Krusak krusuk...aku mencoba-coba mensubstitusikan angka demi angka, hem...pusing! Tapi, tetep dilanjutkan...
Semua ini memakan waktu yang cukup lama, sampai akhirnya... Jreng jreng jreng...ketemu! Pas banget sesaat setelah Pak Dudung mengumumkan sayembara, "Barang siapa yang berhasil menemukan rumusnya, maka akan Bapak beli'in bakso! Eh, sama teh botolnya juga deh!". Tentunya kesempatan seperti ini takkan kusia-siakan, karena...jarang-jarang lho seorang Pak Dudung ngumumin sayembara dan anak-anak super komputer mtk belum menemukan hasilnya.
Aku maju menghadap Pak Dudung...lalu menuliskan hasil jerih payahku di atas permukaan papan tulis. Hosh...hosh...hosh...capek euy nulisnya! Cara yang kupakai memang tidak singkat, karena tak ada yang lebih pendek lagi. Selesai deh...
Setelah dicek...dicek...ups, langkah terakhirnya salah, yah...apakah hadiah utamanya akan hilang begitu saja? Ah, gapapa...yang penting sudah berusaha, meski sedikit sedih, hiks. Untungnya tidak, Pak Dudung memenuhi janjinya, memberiku sejumlah uang untuk membeli bakso, tapi minus teh botol karena jawabannya kurang sempurna... But...it's OK! Yang penting, kerja kerasku telah dihargai...baik dalam arti konotasi maupun arti denotasi, hehe.
Wah...kalo tiap pelajaran mtk kayak gini terus, khususnya kalo Pak Dudung kebingungan terus setiap mau menjelaskan soal, bisa-bisa anak muridnya berkantong penuh dengan duit dan semangat salalu dalam belajar mtk, yeeiy!!
2.24.2009
Aku yang Tidak (mau) Demam Panggung Lagi
Yup, itulah aku, seorang yang gemetar saat disuruh maju ke atas panggung (dalam tulisan ini, yang kumaksud adalah depan kelas). Uhum, seorang anak cewek yang sudah 2,5 th disumpali berbagai tugas yang berhubungan dengan maju ke depan kelas, menyuarakan pendapat, dan mempresentasikan tugas, tapi tetap merasa tidak biasa dengan hal-hal itu, ckckck.
Sempat aku mengingat yang lalu...saat pertama kali diminta presentasi saat masih kelas 7. Wauw, kukira membaca buku di depan kelas itulah presentasi, nyatanya...lebih rumit dari yang kubayangkan. Ah...menginjak ke tahun berikatnya, presentasi kembali menghadang. Sekedar pemberitahuan, ada satu pelajaran di sekolah yang punya agenda rutin, meminta siswanya untuk mempresentasikan materi pelajaran. Nah, tentu aja seorang aku itu ketakutan, gemetaran, wuaaah...gak nyaman.
Di tahun itu, aku sudah lumayan mengerti makna presentasi, menjelaskan sesuatu dengan bahasa kita, tidak terpaku buku. Ya ya, aku tahu, ga boleh takut, tapi badanku aja yang gamau nurut. Saat presentasi di pelajaran tersebut (perlukah kunyatakan namanya?), grogi datang merasuk, huwaaa.... Tadinya, aku punya pikiran untuk bikin sesuatu yang baru, bikin bagan di papan tulis sambil dijelasin, namun...rasa sialan itu tidak terkalahkan.
Menginjak tahun ini, alias di semester yang lalu, muncul lagi kewajiban untuk presentasi, hiaaah...aku masih mengeluh, aku masih tak biasa! Hm, materi kali ini dikit banget, dan ku lagi ga ada ide fresh buat menutupi kesedikitan itu. Alhasil...aku hanya membacakannya, parah! Ngomongnya kacau pula, kerongkongan kering abis, uwh. Nilainya? STD pun diraih, huft.
Dan tibalah hari ini...presentasi pelajaran itu lagi euy! Kulihat di sekeliling, teman-teman bersikap biasa semua deh, kayak ga ada apa-apa, duh aduh...sendiri dalam kepanikan. Khusus hari ini, semalaman sudah kupersiapkan matang-matang, mulai dari properti, latihan intensif, bikin kotretan biar bener-bener hapal, pokoknya siap lah! Tapi, jantung tetap berdetak tidak beraturan manakala saat aku maju ke depan.
Dag-dig-dug-dag-dug, sial!! Diam kau, jantung!!
Lepas kontrol, aaaaahh!! Ngomong kecepetan, mondar-mandir ga jelas, trus kayaknya kurang eye contact soalnya kebanyakan menghadap papan tulis. Tulisan yang ku tulis juga...semrawut, hancur-cur-cur-cur. Wew, mana ada Pak Hasan lagi, tiba-tiba muncul di jendela kelas, ah! >_<
Namun, ada yang beda di hari ini.
Akuu...aku...puaaaaaas!!
Semua pendapat yang berputar di otak bisa keluar semua, yeiyeiy!!
Ah, pengennya sih kayak begini selalu, ga ada rasa malu atau takut saat memuntahkan semua, dan orang-orang tidak keberatan saat seorang aku membuka mulutnya lebar-lebar.
Langganan:
Postingan (Atom)