Tampilkan postingan dengan label Kesal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesal. Tampilkan semua postingan

4.22.2009

Ingin Rasanya Kuledakkan Diri Ini

Buum!
Ah, tiap hari diisi gonjang-ganjing pergolakan hidup.
Kemarin, sebel gara-gara 1 teman yang dengan seenaknya sendiri merampas juga menyekap komikku tercinta, aaah! Padahal, baruu aja beli, baruu aja dibaca bentar, baruu aja kusentuh, ehh...payah ah, sebel!! Mana pas dibalikin, ada kecacatan yang tidak bisa ditolerir lagi, teman macam apa dia!? Grr...
Yang kedua, ketidaksopanan adikku, huft. Heran deh, apa cara mendidik ortu kurang keras ke dia, sampai-sampai dia gak bisa membedakan panggilan untuk yang muda, sepantaran, atau yang tua?? Bukannya karna aku kakaknya lalu lantas ingin dipuja puji begitu, tapi gak habis pikir aja. Dimanakah nilai-nilai tradisi orang timur yang mengutamakan tata krama, sopan santun, kemana lenyapnya semua itu?? Yah, untungnya adikku sudah tahu diri, tanpa diberi tahu, dia mengganti pernyataannya yang kurang sopan itu. Nah...itu baru adikku.^^

3.18.2009

Kau Genggam Erat Tanganku...

Saat aku berjalan di tengah manusia yang berlalu lalang...di samping seorang teman seperjuangan, bersama berusaha menyelesaikan misi yang ditimpakan pada kami berdua, sesosok wanita tak dikenal tiba-tiba mendekatiku.

Dekat...dan terus mendekat.

Cepat...terlalu cepat, sampai-sampai bayangnya pun tak sanggup ku tangkap.

Tanpa kusadari, ta...tanganku...

Jleb.

Dia genggam erat tanganku.

Erat, begitu erat, hingga ku tak sanggup lagi untuk mengelak.

Tatapan tajam matanya itu... Ma, mau apa dia??

A, aku takut, aku mau lari! Tapi semua sudah terlambat, huft...

Temanku seketika terhenti dari langkahnya, menatapku miris...kasihan sekali diriku, mungkin begitu pikirnya.

Ah, kenapa harus aku?? Masih banyak orang lain yang bisa dia genggam, masih banyak cewek-cewek lain yang terlihat lebih berduit daripada aku.

Hah...nasib, nasib, jalani aja deh.

Blaa bla bla bla, blalaabblablabla, ya ya, terserah anda, Mbak. Yang DEMPO, brosur ijo, cocok pada segala jenis kulit, heuh siapa peduli!? Mengagung-agungkan produk kecantikan bosnya, halah halah...

Dan sepertinya kurang afdol rasanya kalo tanganku yang tak berdosa ini belum dilumuri krim putih barang dagangan mereka. Digosok...gosok gosok sok sok, heuh, bertahanlah kulitku! Sebentar lagi, sebentar lagi kita akan keluar dari sini!

Cuma anggukan dan sedikit ucapan gak penting yang bisa kulakukan. Tapi, mbak itu memang benar-benar...digosok lagi kulit lenganku, terus...dan teruss... Bisa kubaca raut wajah kawanku yang kesal harus menunggu lama proses ini. Lalu, dibasuh pula bekas tempat yang tergosok tadi, berulang-ulang...lagi...dan lagi dan lagi dan lagi.

Dan di akhir demonstrasi dadakan itu, aku ditodong oleh paksaan, belilah produk ini! Wew, apa-apaan?? Hanya kujawab...enggak, Mbak, saya belum bilang... Langsung saja kutinggalkan tempat terkutuk itu, weleh weleh...kapok deh aku ngeladenin orang itu!

Aku tahu, seharusnya aku bisa menolak tawaran, atau lebih tepatnya paksaan dari mbak-mbak sales tersebut, tapi apa daya? Hatiku kelewat halus dan lembut, bahkan untuk menolaknya secara halus sekalipun aku tak sanggup, ah! Aku juga tipe orang yang gak tega bertindak kasar. Lagipula orang tadi benar-benar menggenggamku dengan kuat, dengan seluruh jiwa raganya, mungkin. Bagai seekor predator yang tak mau kehilangan mangsanya, bagai kekasih yang ingin slalu bersama dengan yang dicinta...(sepertinya sdikit berlebihan, ^^)

Selesai menjalankan misi, aku kembali melewati tempat itu, sambil sedikit memalingkan muka takut-takut aku tertangkap lagi. Sekilas kumelihat seorang ibu-ibu yang terjerat jebakan maut si sales, ah, mungkin seperti itu aku terlihat saat aku tertangkap tadi...

Ditulis dengan banyak sekali taburan imajinasi dari sudut pandang kawanku, mengerti? Jadi, sebenarnya kawankulah yang terjaring dalam program ayo-ambil-pelanggan-dengan-cara-apapun tadi...

3.16.2009

X-tremely Hot!!

Uwh...panas banget hari ini...huh, apalagi waktu pulang dari sekolah tadi. Haha, jadi inget yang tadi... Aku punya sekelumit kisah mengenai panasnya kota Cilegon ini, semoga Anda terhibur! 

Aku melangkah keluar dari gerbang sekolah setelah selesai membombardir kelasku. Silahkan layangkan imajinasi Anda seliar-liarnya untuk yang satu itu karena yang mau saya ceritakan bukanlah hal itu. Bersama 3 teman satu jurusan, aku memasuki sesosok kendaraan merah yang telah menanti kami. Eh, di dalam ada Dewi, hai hai! ^^ Para penumpang tampaknya tenang-tenang saja, tanpa tahu akan adanya peristiwa mencengangkan yang akan mereka alami. 

Sampai juga nih di Mayo... Uhm, kok jalan rada ngadat yah? Padahal si Mamang angkotnya gak ngetem tuh... Clingak-clinguk, eh, eh, ada kampanye nih!? Oh ya, baru inget, tadi pagi aku melihat sekilas berita, katanya hari ini adalah hari pertama diperbolehkannya kampanye dengan mengerahkan masa. Ta, tapi, siapa duga detik ini jalanan sudah dipenuhi konvoi masa salah satu partai yang berawalan D dan berakhiran t? Ah, tapi masih bisa jalan kok, padat merayap gitu... 

Kami cuma bisa memandangi satu-persatu motor yang dipasangkan bendera partai tersebut. Was-wis-wus kami komentari saja mereka semua, termasuk sebuah motor penjual es krim. Ah, jadi ngiler...dasar penggoda. Oh ya, ngomong-ngomong soal cantol-menyantol-dicantol-tercantol, kami sempat melihat salah satu bendera partai yang dicantol di motornya itu tercantol di payung sebuah pedagang kaki lima, wkwk...XD Untung aja gak menjalar ke mana-mana, kan bahaya juga kalo sampai payung yang tercantol itu menyantoli barang-barang di sekitarnya lalu menyibak buah-buahan yang tersusun di depannya, dan akhirnya kabur meninggalkan sang pemilik bersama si pengendara yang masih konsen melihat ke depan...ckckck.

Ini dia puncak dari segala puncak kepanasan yang kurasa...MACET DI SIMPANG, AAARGH!! Tau gak gara-gara siapa?? Gara-gara Partai D******t sialan itu!! Grrr...kesel banget! Panas...panas...PANAS!! Mending kalo angkotnya full-ac, lah ini? Huh, lelah kami menanti deretang konvoi motor kelewat panjang yang dengan egoisnya menyia-nyiakan waktu orang banyak demi kepentingan mereka. Ah, gak usah milih partai itu deh!

Ehm, oke, gak sepenuhnya buruk saat itu. Untung saja kami menemukan beberapa hal menarik yang menghibur kegundahan kami.

  1. Kecoa terbang, tiba-tiba menyelinap dan menempel di Dewi! Wawawawaa...serentak kami menghebohkan diri, yah...namanya juga cewek. Kecoanya pengecut, abis terbang langsung sembunyi di sela-sela jendela, huuu...
  2. Pemandangan mobil berasap...wkwkwk, serius, di tengah padatnya konvoi terkutuk, ada sebuah mobil tua yang mengeluarkan asap mistis, haha, ya enggaklah... Asap kebakaran gitu...pokoknya lucu aja ngeliatin mobil berasap mogok di tengah jalan, hahaha... :D
  3. Banci narsis, hueeek... Masa poto-poto di angkot si!? Kalo diliat dari jauh, keliatan kayak cewek tulen, kalo mu jujur sih kayak tante-tante girang, maap. Setelah diperhatikan dengan seksama...banci koh!! Dan seperti biasa, saat kami menemukan fakta baru, ada aja orang yang teriak heboh, "HAH, BANCI!?". Heu, pasti kayak gitu, huft. Dan...si banci pun langsung menengok. Mampus...
  4. Fenomena anak SMPN 1 berlarian...anak kelas 8 yang terjebak macet mau gamau harus merelakan kaki mereka untuk berlari dan terus berlari sampai sekolah, kasihan...

Kami tertahan di jalan kurang lebih 1 jam, parah yah? Semoga esok hari lebih baik daripada hari ini, Amin... Dan semoga tim kreatif dalam tim sukses masing-masing partai mampu menemukan cara berkampanye yang lebih inovatif dalam menjaring pendukungnya, Amin...

2.20.2009

"Say FUCK to ALAY!!"

Hahaha... Bwahahahahaa... Cuma kata-kata sejenis itu yang mengalir saat aku membaca cerita di blognya Upi. Bukan karena senang membayangkan penderitaannya lho, justru aku iba dan kasihan sama dia. Betapa Upi berusaha untuk tidak terlibat, namun tetap saja terkena imbasnya. Semua gara-gara para alay, A-L-A-Y, ckckck.
Aku tertawa karena kutukan-kutukan yang tertulis di posting tersebut, misalnya..."dasar TAK BERPENDIDIKAN!!", "AIR LUDAH KALIAN ITU MENJIJIKKAN!!", bwahahaha... Dan tak henti-hentinya aku terbahak-bahak, :D
ALAY.
Sebelum mengenal kata itu pun aku sudah tahu kalo mereka itu ada. Aku merasa resah kalo melewati orang-orang macam itu. Tapi aku menganggap perasaan tak nyaman itu 'MALU', padahal sebenarnya itu adalah naluri seorang cewek, pertanda kalo mereka-mereka itulah para alay.
Ternyata, ALAY itu eksis...
Dan setelah aku mengenal kata itu, tetap saja perasaan risih terus bermunculan manakala melihat sesosok alay. Apalagi kalo sudah menggerombol, berubah nama dari SEORANG ALAY menjadi PARA ALAY, iiih...amit-amit.
Menurutmu, apa yang paling memuakkan dari alay?
Apakah ules(muka)nya?
Omongannya yang serba berimbuhan '-ich' dan '-ah'?
Gaya nulisnya yang mencoba gaul alias gEdE KeCiL?
Belagak heboh sama hal-hal sepele?
Atau sikapnya yang sok-kenal-sok-deket itu?
Jujur yah, semuanya memang menjijikkan.
Tapi cuma 1 hal yang bikin nama alay jatuh di mataku.
Bukan karena mupeng abstraknya.
Bukan karena cengiran aneh selepas ia sukses 'menikmati' mangsanya.
Bukan karena tuL!54Nnya yang sangat mengganggu saat dibaca.
Bukan pula karena mereka suka nongkrong di sembarang tempat layaknya sampah masyarakat yang berceceran.
Bukan, bukan itu.
Tapi masalah harga diri, kawan.
Pelecehan-yang-mereka-kira-itu-keren-dan-asyik lah yang tidak bisa aku terima!!
Aku yang menatap sinis ules mereka yang tampak berseri setelah menjalankan misi.
Aku yang ingin muntah waktu mendengar lelucon mereka yang GA BANGET dan keterlaluan.
Aku yang sampai mengambil batu besar di pinggir jalan untuk jaga-jaga biar si alay ga balik lagi.
Dan aku yang kelelahan mencari alasan kenapa mahluk-mahluk macam mereka bisa lolos seleksi alam...
...
Curse them all!!
...
May God damn them.

12.20.2008

Cappeknya...

Oh, hari yang bikin cappek... Intinya si, hari ini bagi rapor di skolah, tapi banyak peristiwa yang mengiringi pembagian rapor ntu. Oke de, kita mulai...
Jam stengah nam pagi bangun, mau ikut ibu ke pasar, hoho. Masi teringat di benak ku, kala dulu waktu pertama kali ke pasar. Pasar Baru Cilegon yang bau, becek, kotor nan tidak steril bikin aku bergidik, tak kuasa tuk menahan diri untuk tidak pingsan. Beneran lho! Ah, pengalaman yang tak sedap... Ehm, oke, kembali ke hari ini. Akhirnya, ku sukses jalani satu jam berkelana di pasar. yeaaah!!!
Jam stengah dlapan, sampe di rumah. Abis mandi dan makan, bersama ibu pergi ke dokter gigi buat bersihin karang gigi yang...sudah menumpuk, hehe. Ada sekitar stengah jam di ruang dokter, cuma buat ngebersihin karang gigi. Mana pake bonus nyabut gigi susu pula, huh. Darah jadi ngocor terus nii...sbel.
Jam spuluh, nyampe di skolah de, akhirnyaa... Uda capek tau, slama perjalanan gigitin kapas di mulut...mulu, huft. Setelah menuntun ibu tercinta menuju ke kelasku yang suram, gabung de ma temen-temen... Hari ni rencananya mau poto bareng, buat kenang-kenangan gitu. Sekian waktu berlalu, akhirnya ibu kluar dari kelas menggandeng rapor ku yang...Alhamdulillah bagus...
Udahan? Blum lah! Peristiwa terakhir yang terjadi hari ini, yang bikin aku mengeluh kalo hari ni tu bkin cappek ialah...rencana poto bareng yang gagal... Uwh, sebel...sebel...