3.12.2009

Matematika Pasti Menyenangkan Kalau...

Betapa indahnya hari ini... Sampai hari ini, aku belum pernah merasakan matematika yang semanis ini, slurp...ah...lezat...andai di hari yang lain selalu seperti ini...
Mau tau kenapa? Yah...mungkin cuma kebetulan...udah rezekinya gitu. 
Saat jam pelajaran mtk, Pak Dudung membahas soal-soal yang ada di buku. Waktu mau menjelaskan suatu soal, tiba-tiba beliau kebingungan. Wew, pemandangan yang belum pernah terjadi selama mengajar di kelasku. Beliau tahu jawabannya, tapi bingung untuk menulis rumusnya. Dan...seisi kelas jadi sibuk mencari permecahannya, aku pun tak ketinggalan.
Krusak krusuk...aku mencoba-coba mensubstitusikan angka demi angka, hem...pusing! Tapi, tetep dilanjutkan...
Semua ini memakan waktu yang cukup lama, sampai akhirnya... Jreng jreng jreng...ketemu! Pas banget sesaat setelah Pak Dudung mengumumkan sayembara, "Barang siapa yang berhasil menemukan rumusnya, maka akan Bapak beli'in bakso! Eh, sama teh botolnya juga deh!". Tentunya kesempatan seperti ini takkan kusia-siakan, karena...jarang-jarang lho seorang Pak Dudung ngumumin sayembara dan anak-anak super komputer mtk belum menemukan hasilnya.
Aku maju menghadap Pak Dudung...lalu menuliskan hasil jerih payahku di atas permukaan papan tulis. Hosh...hosh...hosh...capek euy nulisnya! Cara yang kupakai memang tidak singkat, karena tak ada yang lebih pendek lagi. Selesai deh...
Setelah dicek...dicek...ups, langkah terakhirnya salah, yah...apakah hadiah utamanya akan hilang begitu saja? Ah, gapapa...yang penting sudah berusaha, meski sedikit sedih, hiks. Untungnya tidak, Pak Dudung memenuhi janjinya, memberiku sejumlah uang untuk membeli bakso, tapi minus teh botol karena jawabannya kurang sempurna... But...it's OK! Yang penting, kerja kerasku telah dihargai...baik dalam arti konotasi maupun arti denotasi, hehe.
Wah...kalo tiap pelajaran mtk kayak gini terus, khususnya kalo Pak Dudung kebingungan terus setiap mau menjelaskan soal, bisa-bisa anak muridnya berkantong penuh dengan duit dan semangat salalu dalam belajar mtk, yeeiy!!

3.07.2009

Sabtu yang Tak Biasa

Benar-benar hari yang...penuh dengan kejutan, setidaknya itulah yang kurasa hari ini. 
Hari ini tanggal 7 Maret, pertanda ada yang punya acara spesial, yaitu salah satu 'kawanku', Y*la. Kalo ada yang senang pastinya ada yang sirik dong... Dalam hari yang berbahagia ini tak ketinggalan aku bersama kawan" lain menyiapkan strategi pengelabuan, hem, intinya ngerjain si target aja.
Sudah jauh hari kami rancang sedemikian rupa, namun apa daya kami tetap manusia. Sial banget deh, ada rapat wali murid kelas 7 yang menghancurkan segalanya! Arghh...sedikit sebal, huh. Mau gamau kami menyusun rencana dadakan yang tercipta di otaknya Amel.
Sebagai pengemban misi dadakan penggiringan korban dengan improvisasi, aku merasa amat terbebani, belum gladi resik nih! Setelah bolak-balik ngikutin si target di bawah tusukan sinar mentari yang kejam, akhirnya semua berakhir di labirin truk yang ada di depan Pionir. Huft, AKHIRNYA.
Trus kita beralih ke rumah the victim yang beralamat di JL. Besi 5 no. 13 Komp. KS, tempat dimana dia merayakan tanggal lahirnya tahun ini. Begitu sampai di Jalan Besi 5, ada sesuatu yang tidak biasa, lagi... Bazar, yah, bazarnya TK Al-Muhajirin yang kok-bisa-ya-diadakan-hari-ini? Terlihat semarak, kayak pesta ulang tahun gitu, wew, Y*la langsung keGRan.
Tenda yg dipakai untuk bazar, serasa di tempat yang aku kenal...
Ada sekitar 1 jam yang kita lempar untuk mendekam di kamar sang target. Bukannya kita dikurung, kami rela kok berdiam diri di situ, demi kawan" kami yg masih ada di perjalanan menuju kemari. Kurang lebih jam 12 siang acara makan siang dalam rangka syukuran anaknya tuan rumah pun dimulai... Nyam...nyam...dengan ganasnya kucaplok semua makanan yang tersedia di meja, haha, jangan berkhayal yang tidak-tidak, aku masih normal kok... Setidaknya aku terlihat paling garang saat makan dibanding orang" di sekitarku saat itu.
Menginjak ke acara selanjutnya, yaitu sesi bermain di TK Al-Muhajirin. Jujur ya, ini adalah sesi yang paling disukai kalo lagi berkunjung ke rumah Y*la ataupun Upi, karena disitu ada taman bermain yang sangat menyenangkan... :) Tak bosan"nya kami bercengkerama di tempat itu, sembari mengenang masa kecil yang cukup bahagia...
Ini dia paket lengkap isi orang-orang yang hadir di sesi foto, minus tukang jepret dan Asti.
Di sinilah banyak terungkap fenomena yang...sebenarnya biasa namun...ah...susah dijelaskan dengan kata", pake foto dulu aja kali yah!
Ohh...sedang apa mereka?? Wawawaw...tertangkap basah melakukan...ckckck, aku tak mengerti apa yang mereka pikirkan. Foto ini diambil dari kamera tersembunyi. Siapa gerangan sosok hebat yang mengambilnya? Tidak lain dan tidak bukan adalah... AKU!! Hehe...
Ekhem...ekhem...saling menatap satu sama lain...
Dan mereka tidak menyadari kalu adegan ini tertangkap basah oleh kamera!
Gyahahaha... Cie cieee... (pa'an sih?) 
Asal kau tahu, pose ini sama sekali tidak direkayasa, terekam dengan tidak sengaja, sangat alami, tapi entah kenapa ada maknanya, ehem. 
Kau tahu? Aku terus keheranan, mengapa foto-foto macam ini banyak sekali tertangkap di hari yang cukup aneh ini? 
Haha, sedikit masuk akal kalo mengingat seperti apa orang yang lahir di tanggal ini. 
Ehm...sudah sudah, sepertinya cukup sekian. Setelah main-main sampe puas, jam 3 sore kami kembali ke tempat pengungsian sementara, rumah no. 13 itu. Sempat makan kue tart, tapi khusus aku sendiri tidak mencicipi, bagiku mengotak-atik hp lebih berguna daripada mencomoti kue tart coklat besar yang ada di depan mata, yang kata temen" rasanya yahut. 
Oke dee...aku pulang duluan, takut kena semburan di rumah, wow, aku lupa bilang kalo mau ke rumah orang...hehe. Berjalan ke arah matahari yang mulai condong ke barat, daku bersama Riris dan Manda sempat jeprat-jepret tak menentu. Aneh.
Tampak belakang. Kita mesti bolak-balik, maju-mundur cuma untuk mendapatkan foto ini.
Angkot pun tak ketinggalan memeriahkan hari janggal ini. Lagu damndut plus videonya berkumandang mengiringi kepulangan kami bertiga ke rumah masing-masing. 
Ckckck, Y*laa... Y*laa...

3.04.2009

Terperangah Melihat Tempat Wudhu Masjid...

"Eh, eh, shalat di Masjid Agung yuk!" 
Towet towet, telingaku mendengar sesuatu yang menarik! Apalagi waktu diceritain kehebatan Masjid Agung yang didirikan tidak jauh dari sekolahku, wauuw...boleh dicoba tuh! Lagipula mushala di sekolah pas banget lagi rame, yah...mau gamau kita ber-8 dengan riang gembira plus berseri-seri berkunjung ke masjid tersebut. Ah, mungkin aku doang yah yang cengar-cengir, abis belum pernah ke sana sih, memalukan.
Masjid itu cukup fenomenal. Kenapa? Dikarenakan ukurannya yang gak biasa, bener" gedeee banget, namanya juga MASJID AGUNG. Bandingin aja sama masjid-masjid lain yang bertebaran seantero Cilegon, mana ada yang ukurannya sebesar itu??
Trus, katanya waktu pembangunan masjid tersebut, ada insiden seorang pekerja bangunan jatuh dari tempat yang tinggi banget waktu lagi bikin menara masjid, wew.
Gak cukup sampai situ, pembangunan dari masjid itu sepertinya memakan biaya yang amat sangat banyak sekali, sampai-sampai meminta sumbangan ke sekolahku, ckckck. Dan yang terakhir... Tempat wudhunya euy, woow...wowowoow...halah, berlebihan.
Ya, tempat wudhunya itu yang kan kukenang sepanjang masa...abis keren sih! Tempatnya gedeee banget, kerannya banyak, ada kaca riasnya pula (hehe), dan airnya yang sejuk nan dingin menyegarkan. Haha, maklumin aja soalnya biasa wudhu di tempat wudhu mushala sekolah yang kecilnya minta ampun. Perbandingan luasyang terlampau jauh membuatku merasa shok! Ah, andai sekolah punya cukup uang...

3.02.2009

Try-it-Out? Make Me Worse...

Oh...hari Senin pun tiba, saat yang paling ditunggu-tunggu... 
Namun, apakah di hari ini itu akan terlaksana? 
Kepastian belum kudapat, huft. 
Padahal...hati ini teramat gundah gulana.
Sewaktu jam pelajaran Sejarah, tiba-tiba anak satu kelas serempak ngibrit keluar ruangan! 
Lho, ono opo iki?? Aku kebingungan setengah mati. 
Ooh...ternyata dia sudah tiba! 
Woow...betapa dia langsung dikerubuti banyak sekali orang layaknya sesosok yang tenar. 
A...aku juga mau melihatnya, dari dekat.
Semakin dekat, semakin berkecamuk bermacam pikiran di otak. 
Akankaah...
Hem. 
...
Alhamdulillah...namaku berada dalam lembar pertama, itu artinya... 
Ah, seharusnya nilaiku bagus karena berada dalam lembar pertama, tapiii... 
2 dari 4 mapel yang diujikan menelurkan angka yang tak layak untuk dipandang. 
Masalahnya, gara-gara mereka itu, totalnya jadi 33, padahal targetku itu minimal 36 untuk bisa diterima di sekolah impianku. 
Haah... 
Meskipun ini baru Try Out, tapi ini sangat penting untuk membangun mentalku. 
Bukannya bikin senang, malah membuat pikiran jadi semrawut dan sedikit lepas kendali. 
Ah, gak gitu juga sih sebenarnya... 
Cukup tenang, tapi tekanan tetap bertambah.
Harapannya sih semoga hasil TO 2 bisa lebih baik daripada yang ini. 
Amin.

3.01.2009

Baru! Naruto Manga Ch. 437

Wawawaa... 
Ekor enam kyuubi pun muncul! 
Mau tau penyebabnya?
Bukan karna desanya hancur, bukan pula karna Pein telah membunuh gurunya tercinta. 
Tapiii... 
Karna Hinata...
Waw! 
Di chapter ini, Hinata menyatakan perasaannya pada Naruto dengan kata-kata yang... menurutku cukup keren.
"Aku disini karna keinginanku sendiri."
"Aku ingin bersamamu. Aku hanya ingin berbicara denganmu."
"Aku slalu mengejarmu...ingin mengalahkanmu."
"Jadi aku tak takut untuk mati melindungimu!!"
"Karna aku...mencintaimu" (dengan pose yang siap bertarung melawan Pein)
Kyaaa...!! Keren!!
Lalu, dalam sekejap, Pein menjatuhkan Hinata.
Dan...amarah Naruto membeludak, terjadilah...