Tampilkan postingan dengan label film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label film. Tampilkan semua postingan

1.02.2009

House of Wax

Genre : Thriller
Nilai    : 80
Wah...ini dia film sadis yang oke punya... House of Wax, bercerita tentang sekelompok remaja yang terjebak dalam teror sebuah kota lilin. Pembunuhan demi pembunuhan terus terjadi, menyisakan 2 kakak beradik yang selamat. Pembunuhan dilakukan dengan berbagai gaya, dari pencoblosan kepala dengan tombak, pemotongan leher bak hewan kurban, sampe pengubahan manusia hidup menjadi boneka lilin dengan cara disirami lilin bersuhu tinggi, aw! Cara yang terakhir ni ternyata merupakan hobi si pemilik House of Wax, semacam galeri di tengah kota yang memamerkan macam-macam benda dan figur manusia yang terbuat dari lilin.
Lama kelamaan terungkaplah kalo semua boneka manusia di kota itu berbahan dasar manusia sungguhan yang dilapisi lilin. Bahkan sebenarnya kota tu kosong tak berpenghuni, karna semua warga tlah diubah menjadi lilin...Seluruh wisatawan yang berkunjung juga tak luput dari teror tersebut.
Ide ceritanya sangat brilian, mnurutku sih. Trutama tentang boneka lilin yang diisi manusia beneran, brutal...menjijikkan...tapi kereeen!! Suasana teror bener-bener tercipta. Sudut pandang kameranya juga oke, bergerak lincah mengambil pandangan yang pas. Misteri dibalik teror ni juga cukup realistis, membuat suasana jadi tambah nyeremin. Efek komputer yang bekerja sudah cukup bagus, meski masi terlihat dengan telanjang mata.
Akhir kata,  teror adalah sesuatu yang menyenangkan bagi para pelakunya juga para penontonnya.  Namun tidak bagi para korban dan para targetnya...

Ace Ventura - When Nature Calls

Genre : Adventure, Comedy
Nilai    : 80
Yihaa...satu lagi judul film lawas yang ku tulis di blog ni. Pasti ga asing dong sama Ace Ventura, detektif hewan gila-gilaan yang cinta mati pada sgala binatang. Dibintangi oleh Jim Carey, misi Ventura kali ini adalah untuk menyelamatkan kelelawar putih kramat milik suatu suku di Afrika sana. Nah, baru dalam film ni kita mengungkap satu hal. Ventura memang pecinta binatang, tapi dia paling benci dan anti sama yang namanya kelelawar! Haha, kebayang kangimana hebohnya si Ventura!
Kekonyolan khas ala detektif ini tetap jadi suguhan utama, juga tingkah-tingkah menjijikan yang ia lakukan, hiii... Mau mual, muntah, mencerca, mengutuknya, atau apa aja, Ventura tetaplah Ventura, tak peduli dengan apa pun! (kecuali kelelawar, hoho)
Dalam film ni, Ventura sempat bertobat lhoo... Setelah dia gagal menyelamatkan seekor rakun, pikirannya mendadak kosong. Dia dibawa biksu yang menemukannya ke sebuah kuil. Disana dia mendapat pencerahan. Yah, meski hanya sesaat, itu uda jadi adegan yang cukup menarik.
Oh ya, pesan yang ada dalam film ini masih sama seperti filmnya yang pertama. Sayangilah para hewan, jangan sklai-kali menyakiti bahkan memanfaatkannya demi keuntungan kita semata. Kalo tidak, Ventura dengan sigap akan membuatmu jera dengan hukuman alamnya, waspadalah!

1.01.2009

Oh Baby

Genre : Romance, Comedy
Nilai    : 50
Hah, film ni trlalu buruk, bahkan nilai STD pun ga sudi aku berikan. Trus, knapa ku mau menulisnya disini? Yah...skali-kali nulis film jelek juga gapapa lah...mau kasi tau ke khalayak ramai kalo film ni ga layak tonton, hoho.
Oke, ni ku kasi kisi-kisinya (halah, jadi inget ulangan, bginilah bahasa anak yang stres gara-gara mau ikut UN...). Bercerita tentang kehidupan seorang cewek yang sederhana bernama Baby, diperankan dengan tidak becusnya oleh Cinta Laura Khiel. Ah, salah, bukan apa-apa, maksudnya Cinta Laura ga sesuai memerankan tokoh Baby yang katanya jago banget ngedance. Dengan kemampuan pas-pasan di bidang itu, Laura yang terlihat memaksakan diri membuat tokoh Baby jadi keliatan amatir di bidang yang seharusnya jadi paling 'wah'.
Kita lanjutin dulu ceritanya. Baby memutuskan menjadi murid di sbuah sekolah elit untuk menyenangkan Opa keluarga satu-satunya yang ia miliki. Nah, sekolah ini juga jadi masalah sejauh yang kuperhatikan. Sekolah itu jauh dari nyata untuk menggambarkan sekolah-sekolah menengah atas yang ada di Indonesia. Itu lbih...mengikuti sekolah model AS. Dari seragam sekolah hingga ruang kelasnya, ckck. Knapa juga mesti mengadopsi model yang seperti itu? Ngeliat film ini mengingatkan ku pada suasana kelas dalam film High School Musical, karena memang kelasnya persis banget macam itu. Terselip beberapa adegan yang kayaknya pingin dibuat romantis, tapi gagal total, jadinya yaa...ancur gitu deh. Leluconnya juga, kebanyakan garing dan jayus. Tapi harus ku akui, ada segelintir adegan yang bisa bikin ku tertawa kencang, tapi apa gunanya kalo subjek utamanya aja ga menggigit? Para penonton disuruh nonton apa??
Gaya barat memang benar-benar telah merasuki bangsa kita, film ni bisa jadi salah satu buktinya.

Charlie and the Chocolate Factory

Genre : Fantasy, Adventure
Nilai    : 90 :)
Pernah nonton film ini? Yaa...ku udah nonton film ini lebih dari skali. Tapi mau ditonton berapa kali pun, film ni tak hentinya membawa rasa takjub ke dalam hati para penontonnya.
Awalnya kita disuguhi kehidupan sederhana keluarga Bucket. Charlie, anak satu-satunya di keluarga itu, hanya bisa dibelikan coklat favoritnya setahun sekali, di hari ulang tahunnya. Tahun ini, pabrik besar coklat milik Willy Wonka yang tlah lama tutup, tiba-tiba berproduksi kembali. Coklat-coklat keluar dari pabrik itu, menyebar ke seluruh penjuru dunia. Diantaranya, ada 5 tiket emas yang terselip, mempersilahkan 5 anak beruntung yang mendapatnya untuk masuk ke dalam pabrik coklat itu. Charlie, tentu saja sebagai tokoh utama mendapatkan tiket itu, meskipun dengan perjuangan yang amat sangat...sulit. Bersama kakeknya, Charlie memulai petualangan dan persaingan dengan 4 anak lainnya di surga coklat dunia tersebut.
Ceritanya sangat menarik untuk diikuti, dengan akhir yang tak terduga. Imajinasi tersebar merata di semua adegan, sarat dengan makna yang mendalam. Karena ini film fantasi, maka efek komputer bertebaran sepanjang mata memandang. Efek komputernya nyaris sempurna, apalagi kalo lagi menggambarkan rupa coklat. Wow, asik deh ngeliatnya, coklat cair yang amat menggoda...slurp, ah...
Pesan digambarkan pada karakter masing-masing tokoh.
Charlie bersama keluarga = Jalani hidup dengan tabah dan semangat slalu, maka bahagia mnunggumu di akhir nanti.
Keluarga Wonka = Perlakuan yang diterima anak saat kecil akan membentuk karakter anak itu saat dia dewasa.
Para pesaing Charlie :
Veruca Salt, si anak manja yang ingin sgalanya. Jelas banget, pesannya adalah jangan manja.
Augustus Gloop, anak rakus pemakan apa ja dalam waktu yang singkat. Pesan, jangan rakus, hoho.
Mike Teavee, anak yang lumayan cakep pecinta kekerasan dan TVholic. Tapi jangan salah, anak ni jenius abis, nyari tiket emas pake kecanggihan teknologi boo... Jadi, apa pesannya? Jangan sok tau. Yah, terkadang anak-anak jenius itu emang sotoy kok.
Violet Beauregarde, sesosok anak pintar yang memenangkan berbagai macam turnamen, apa pun, karna itu sombongnya minta ampun. Pesan dari tokoh ini tentu aja jangan jadi anak sombong.
Mengaku penggemar coklat? Bakal nyesel abis kalo belum nonton ni film.

12.30.2008

Resident Evil - Degeneration

Genre : Action, Animation.
Nilai : 85
Pernah dengar Resident Evil? Yup, bener banget. Itu adalah nama game buatan Capcom. Nah, Sony Jepang bekerja sama dengan Capcom memproduksi sebuah film yang berjudul "Resident Evil - Degeneration" yang diadaptasi dari game tadi.
Bercerita mengenai suatu virus yang mewabah di sebuah kota beberapa tahun yang lalu, membuat para warga berubah menjadi zombie. Virus itu dianggap musnah setelah kota itu dibom oleh pemerintah AS dan dibuatlah cerita rekaan untuk menutupi kebenaran yang ada. Ternyata virus itu kembali muncul di sebuah bandara. Bandara yang tadinya ramai oleh para demonstran berubah menjadi arena yang dipenuhi oleh zombie. Untuk mengatasi kekacauan ini, pemerintah AS mengirim Leon, seorang agen rahasia yang terjun langsung ke TKP untuk menyelamatkan orang-orang yang belum terinfeksi.
Film laga ini seru dan cukup menegangkan, meskipun hanya animasi belaka. Zombie digambarkan cukup menyeramkan serta menjijikkan, hiii... Tapi kamu akan terbiasa dengan mahluk itu kalo udah sering melihatnya. Banyak sekali adegan tidak realistis yang muncul, mengingat film ini diadaptasi dari sebuah game. Tapi, untungnya semua adegan terlihat nyata, wow, pokoknya keren deh. Isi ceritanya...lumayan oke. Buat para gamer, khususnya penggemar Resident Evil, sangat disarankan untuk menonton film ni. Dan untuk para non-gamer, sekali-kali cobalah menonton film adaptasi game, ga kalah seru kok sama film-film lain...

12.28.2008

Bolt

Genre : Adventure, Animation
Nilai    : 85
Film garapan Walt Disney ini merupakan film yang lumayan baru diluncurkan di akhir tahun 2008. Bercerita tentang seekor  anjing bernama Bolt yang sebenarnya setiap hari dia berlaga di depan kamera, tapi dia sendiri tidak menyadarinya. Hari demi hari ia jalani sebagai pahlawan super tak nyata. Suatu hari, tak sengaja dia terjebak dalam sebuah dus yang membawanya ke Kota New York, tempat dimana Bolt memulai petualangannya. Bersama seekor kucing dan hamster dalam bola kaca, Bolt berpetualang melintasi Negara Amerika untuk kembali ke Holywood. Selama perjalanan yang cukup menegangkan, Bolt mulai sadar kalo dia hanya anjing biasa, bukanlah anjing super seperti yang diyakininya slama ini. Namun di akhir cerita, Bolt menjadi pahlawan sesungguhnya bagi Penny, meskipun tanpa kekuatan super.
Disney, kalo ga salah, merupakan penghasil film animasi paling produktif dari dulu hingga
sekarang. Sehingga, tak perlu diragukan lagi kualitas animasi yang dihasilkan... Kamu pasti akan jatuh hati pada sosok Bolt yang amat menggemaskan, setia sama majikan, dan juga jago berakting. Karena film ini diperuntukkan buat anak-anak, pastinya alur dan isi cerita film bolt sangat ringan dan sederhana.
Pesan moral yang saya dapat dari film ini adalah...sebuah film hanyalah karangan belaka, jadi jangan terlalu mempercayai film atau kamu akan menyesal. Ini bisa dilihat dari sosok si hamster yang hobi nonton TV. Dia sangat percaya kalo Bolt adalah pahlawan super karena dia mempercayai setiap adegan film yang sebenarnya dibuat-buat oleh para kru film.

12.25.2008

Lemony Snicket's - A Series of Unfortunate Events

Genre : Kids, Adventure
Nilai    : 90 :)
Satu kata yang ingin ku teriakkan setelah film ini selesai, AMAZING!! Wuah...TOP BANGET deh, ga ada duanya... Ku kira smua koleksi film ku uda basi, ternyata...ada film asik yang terlewatkan. Sayang skali, padahal uda beli disk itu setahun yang lalu.
Kekuatan utama film ini adalah jalan ceritanya yang oke. Film diawali dengan narasi yang keren, naratornya seorang penulis yang ingin mengungkapkan kemalangan yang bertubi-tubi yang dialami oleh sebuah keluarga. Sosok sang penulis yang cukup misterius mampu menggugah rasa penasaran para penonton. Tokoh utama dalam cerita ini adalah 3 bersaudara, Violet, Klaus, dan Sunnny. Bersama Mr. Poe, mereka dibawa kesana-kemari tuk mendapat se orang pengasuh. Dari situlah petualangan mereka dimulai... Violet dengan otaknya yang cerdas, Klaus si pengingat buku, dan Sunny sang penggigit profesional saling bahu membahu tuk hadapi seorang jahat yang mengincar mereka. Meski akhir cerita dibiarkan menggantung, namun tidak mengurangi kepuasan kita...
Efek yang digunakan memang tak sebagus Final Destination 3, tapi penyebab film  ni bisa mendulang nilai setinggi FD 3 adalah...karena kandungan pesan dalam film ini.
Pesan pertama, jangan selalu berprasangka buruk pada sesuatu yang belum pasti, karena bisa jadi itu hal yang baik. Terungkap jelas pada dialog antar tokoh.
Yang kedua, jangan selalu bergantung pada orang tua, berusahalah mandiri sedari kecil, karena belum tentu orang tua kita bisa mengasuh kita selamanya. Bisa dilihat dari peristiwa kebakaran yang merengut nyawa kedua orang tua 3 tokoh utama cerita ini. Sejak saat itu, mereka harus berusaha sendiri dalam menghadapi apapun.
Ketiga, slalu bersikap tabah dalam menjalani hidup. Ini terlihat saat 3 anak itu disiksa oleh pengasuh pertama mereka. Dipaksa bekerja ini dan itu, tapi mereka tetap bersabar.
Dan yang terakhir, jangan remehkan perkataan anak kecil. Kalimat itu diteriakkan dengan nada mengejek oleh pengasuh pertama kepada Mr. Poe yang slalu mengacuhkan perkataan anak-anak malang itu.
Film yang benar-benar bagus adalah film yang bermanfaat. Dan tiada film yang bermanfaat selain yang berisi amanat yang bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari kita...

12.24.2008

Scary Movie 4

Genre : Comedy, Comedy, Comedy...
Nilai    : 87.5 :D
Haha... Hahahaa... Ga bisa berhenti ketawa, itu yang bakal terjadi saat nonton film ini. Dijamin, ga bakal menyesal deh uda meluangkan waktu tuk nonton. Scary Movie 4 merupakan sekuel terbaru dari rangkaian film Scary Movie. Aneh, judulnya "Scary", tapi kok genrenya...ga cocok? Hahaa...kena tipu lah kau... Sangking tingginya selera humor si pembuat, sampai judulnya aja dijadikan lelucon. Kok bisa? Ya bisa dong. Pokoknya, film ni serem banget, seseram judulnya, hahaha... Ga ngerti? Makannya, tonton dong filmnya...
Sebenarnya ku uda nonton semua seri Scary Movie (meskipun ga tiap film ku tonton penuh). Alasan kenapa ku pilih membahas Scary Movie 4 aja adalah karena film ini yang paling baru dari 3 film sebelumnya, berisi lelucon paling lucu dibanding yang lain, juga dengan tingkat 'memuakkan' paling rendah.
Maksud dari tingkat 'memuakkan'? Artinya, banyaknya adegan tak senonoh yang muncul... Berhubung ku masih kecil, dan ku memang muak dengan hal seperti itu, sah-sah aja kan kalo ku pake istilah itu... Payahnya, ku nonton disk bajakannya, yang notabene tak disensor ama skali, tersiksa banget deh... Lah, jadi curhat, maap-maap.
Menurut pengamatan ku, alur ceritanya lumayan oke, yang diramaikan dengan bumbu penyedap tentunya. Leluconnya itu lho...gokil abiz, penuh kejutan, ga diduga-duga! Oke, Scary Movie ni sebenarnya ada suasana seramnya juga... Lumayan terasa, dari alunan musik, ekspresi pemain, hingga pergerakan kamera. TAPI, semua itu slalu diakhiri dengan sesuatu yang kocak dan bikin kita tertawa panjang. Contohnya ni, adegan pas Cindy ada di loteng. Saat memalingkan muka, dia terkejut dan berteriak kencang karna sesosok hantu anak kecil muncul tepat di depan wajahnya. Tak diduga, mahluk itu juga berteriak tak kalah kencang, karna tangannya terkena api dari pematik api yang dipakai Cindy sebagai alat penerangan, gyahahahaa... Liat aja foto di samping, lucu dah pokoknya. Dan masih banyak lagi adegan seru nan kocak yang disajikan dalam film ni...
Kekurangan film ni terlihat pada beberapa adegan dimana efek yang dipakai terlihat jelas. Cukup mengganggu, tapi hanya sesaat saja karena tertimpa oleh lelucon yang asik banget. Sebenarnya masih ada kelemahan lainnya, namun lagi-lagi kekuatan lelucon yang ada mampu menutupi semua. Dikala kita senang dan terhibur, maka yang jelek skalipun jadi terlihat indah, ya gak?

12.22.2008

3. Twilight

Genre  : Action, Romance
Nilai     : 85
Wah...film baru nih! Sebenarnya, di 21 Cilegon belum muncul sih, tapi berhubung disk bajakan tersebar dimana-mana dan ada disk nganggur punya temen, ga mau dong kesempatan emas seperti ni lewat bgitu aja...hehe. Habis pnasaran banget, katanya novelnya bagus, jadi filmnya pasti gak jauh dari bagus. Trus, katanya ni film bakal mengancam kedudukan film HP, jadi ga kebayang sebagus apa...ku
terbuai dalam lamunanku sendiri...
Satu hal yang takkan bisa ku lupa dari Twilight, EDWARD CULLEN, kyaaaa!! Tokoh utama dalam film ini, yang diperankan oleh Robert Pattinson, memang jadi daya tarik yang kuat bagi kalangan wanita. Edward digambarkan sebagai vampir cakep nan keren, punya kekuatan dan kecepatan yang dahsyat, mampu membuat tiap cewek mabuk kepayang... Edward memiliki keluarga kecil yang harmonis bernama Cullen family, keluarga vampir vegetarian yang sudah hidup selama ratusan tahun.
Film ni diangkat dari novel yang berjudul sama dari tetralogi karya Stephenie Meyer. Seperti kebanyakan film yang diangkat dari novel, Twilight juga mendapat masalah yang sama. Para penonton yamg sebelumnya telah membaca versi novelnya, merasa tak puas dengan karya yang divisualisasikan itu. Kurang menggigit lah, kurang seru lah, kurang  ini dan itu. Lalu, knapa nilai yang ku beri cukup tinggi? Ya...karna ku belum baca novelnya, jadi ga masalah... Nilai bakal berubah dratis kalo aja ku dah baca novelnya, persis kayak saat ku nonton Laskar Pelangi. Karna dah baca novelnya duluan, filmnya jadi terlihat juelleeeek...banget, mengecewakan amat!
Hem, harus ku akui, ku suka Twilight karna ku suka Edward dan kluarganya yang supper keren. Efek dan trik kamera yang dipakai juga jempolan kok. Diluar itu semua? Nothing special. Satu terobosan yang digambarkan di film ini, yaitu bentuk dan kebiasaan para vampir. Vampir slama ni digambarkan sebagai mahluk jahat buruk rupa dengan pakaian gaya kuno, doyan menghisap darah manusia, tinggal di tempat yang menyeramkan, dan lainnya. Namun tak semua vampir seperti itu, mereka juga bisa keren, bisa keluar siang hari, punya wajah yang rupawan, serta modern dan mengikuti perkembangan zaman. Semuanya tergambar dalam kehidupan sehari-hari keluarga Cullen. Itulah pesan yang ingin disampaikan dari film ini.

2. Silent Hill

Genre  : Horror
Nilai     : 80
Film ni termasuk deretan film lama, karena sekuel ke-4 nya saja sudah ada... Mengambil latar  di Silent Hill, sebuah kota kecil misterius yang tak berpenghuni akibat kecelakaan besar berpuluh tahun yang lalu. Rose membawa anak angkatnya, Sharon, ke kota tersebut tuk menguak penyebab anaknya suka menyebut Silent Hill di bawah alam sadar. Tak diduga, sesampainya disana, banyak kejadian aneh yang muncul, memaksa mereka tuk selesaikan misteri yang ada agar tetap bertahan hidup.
Alur cerita film ni sangat padat dan berisi, mungkin karena itu membuat beberapa hal jadi kurang jelas tergambar. Berbeda dengan FD 3, film ini banyak menampilkan hal-hal yang terlalu imajinatif, dengan penyebab yang tak masuk akal kalo dipikir dengan logika. Efek yang terlihat jelas amat mengganggu dan membuat film jadi kurang horor. Padahal, musik yang mengiringi sepanjang film sudah benar-benar horor. Mau gimana juga, harus diakui kalo ide ceritanya orisinil dan sangat menarik tuk diikuti, terlepas dari efek yang kurang mumpuni. Daya imajinasi yang tinggi dari pembuatnya mampu mengantarkan SILENT HILL jadi salah satu film yang wajib ditonton.

12.21.2008

1. Final Destination 3

Genre : Thriller
Nilai    : 90 :)
Bisa dibilang, ni film adalah yang terbaik yang pernah ku tonton selama ni. Para pemain sangat menjiwai perannya masing-masing, musiknya juga sangat mendukung terbentuknya suasana yang cocok dengan tema film. Banyak terdapat kematian sadis di film ini, yang disadari hal-hal sedrhana namun mematikan. Urutan kejadian dari penyebab hingga adegan kematian digambarkan secara detail, fantastis. Efek yang dipakai patut diacungi jempol, nyaris tak disadari sehingga terlihat amat realistis. Suasana misterius tertangkap dalam film ini dari isyarat-isyarat yang muncul dari petunjuk-petunjuk yang dimiliki pelaku utama, benar-benar mengesankan.
Ada 2 hal yang bisa kita ambil manfaatnya dari film ni.
Pertama, jika Tuhan telah menetapkan takdir pada diri kita, maka kita takkan bisa mengelak. Dalam film ni, 7 orang mengira dirinya selamat dari kematian yang seharusnya mereka alami di roller coaster. Namun, pada akhirnya mereka semua pun mati tak lama setelah itu. Walaupun si pelaku utama dapet petunjuk dari penglihatannya dan juga dari foto-foto yang dia ambil, tetap ja mereka tak bisa menghindar dari kematian...
Kedua, jangan abaikan hal kecil, karna hal sekecil apapun bisa menyebabkan kematian... Di film ini, semua penyebab kematian yang ada berawal dari hal yang sangat sederhana, kayak buang sampah sembarangan. Sampah yang dibuang itu bisa bikin semua orang yang ada dalam 1 gerbong kereta meninggal lho! Jadi, jangan pernah lagi melanggar peraturan, karna peraturan dibuat untuk keselamatan kita bersama...

Triple Combo in One Week

Mulai hari ni, kan ku coba tuk menulis penilaian dari tiap film yang ku tonton. Yah, meski ku sadari ku bukan penulis yang handal, namun ku coba tuk jadi penulis handal dengan terus berlatih dengan media blog ini.
Triple Combo in One Week, maksudnya dalam seminggu ni ada 3 film yang baru pertama kali ku tonton... Yah, kita mulai aja pembahasannya...