Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

12.13.2008

Puisiku Lagii...

P.A.H.I.T
Kenyataan itu pahit
Bagai terjerumus ke dalam parit
Bagai memikirkan kasus yang rumit
Bagai tertimpa konflik yang sulit
Bagai kekurangan duit
Bagai dikhianati sahabat yang berkelit
Adakah cara untuk menuntaskannya?
Saat pahit dirasa,
hati meronta
jantung unjuk rasa,
mata tak mau bekerja,
lidah mati rasa,
pikiran berkelana,
otak gundah gulana,
hancurlah semua...
Ehem...sumber inspirasi dari puisi ini, tentunya adalah RASA PAHIT itu sendiri, hoho...

Ini Dia Karya Seni Hasil Gubahanku Sendirii...

SEMBUNYI
Di depan mereka, ku berbeda
Ya...bukan diriku yang sebenarnya
Namun disini, ku hempaskan semua
Disini, ku lepaskan topeng dunia
Tangisan, rintihan, semua ku telan sendiri
Sendiri...
Tanpa ada yang menemani
Tak ada rasa malu yang menghinggapi
Karna disini ku sendiri
Mungkin mereka takkan pernah tau
Wajah di balik topengku
Sampai mati pun ku takkan ragu
Sembunyikan sedih di balik kejam ku...
Yeheii...puisi ku...puisi ku...hohoh. Bangga banget rasanya bisa nampilin karya ndri stlah dari tadi nampangin karya orang muluu... Inspirasinya, gak jelas. Pas da jam kosong di kelas, tiba-tiba ja nulis ni puisi...datang tiba-tiba gtu...

Puisi dari Buku Paket Bahasa Inggris

EMBRACE
It's changing,
Everything is changing,
Technology is to blame,
It is spreading its wire like tentacles,
Spreading into every aspect of my life,
of your live,
of our lives.
It's already changed me,
I love the change,
The transformation facinates me,
Every day life as we know it will be no more,
Even the simple things have changed,
Rapid,
And irreversible.
Don't deny the coming,
Don't attempt to prevent the change,
Don't let it pass leaving you behind,
Don't fear that which is new,
Doesn't matter if you love it or hate it,
Just so long as you.
Embrace it.
By Klutch. "Embrace" http://www.web-wired.com/klutch/art/embrace.htm
All right, this is the first poem in English that I write in this blog. I think, this poem is so meaningfull... I like this poem, eventhough I get it from my lesson book, but it's really great!!

Puisi Karya Kawankuu yang Hebat

Aku tersesat dalam kelalaian...sedang kematian bergerak ke arahku...
Semakin lama...semakin dekat... Jika aku tak mati hari ini..., mungkin esok...
Aku menjajakan tubuhku dengan daun-daun yang halus dan mewah sedikit berpikir bahwa itu akan membusuk dan hancur dalam kubur... Aku bayangkan tubuhku kan remuk menjadi debu di liangnya...di bawah setumpuk pasir merah... Keindahan tubuhku kan berangsur sirna...sedikit terjamah usia yang menyisakan kerangkanya untukku...
Adalah perjalanan nan panjang yang tampak sejauh mata memandang...sedang seteguk air pun tiada untuknya aku menentang Tuhanku...ku anggap debu perintahNya...sedang ku lemparkan ke arahNya macam dosa yang tertawa...tetap Ia menatapku kala itu...
Aduh...! Aku memperturutkan nafsuku yang memalukan... Ah...! Aku berdosa secara rahasia...
Tak pernah manusia-manusia itu tau akan dosa-dosaku yang mengerikan... Tetapi esok mereka, toh akan tau juga...
Dan Tuhanku kan melihat dosa walau Dia telah berusaha mencari pahala...
Ah...! Aku berdosa kepadaNya...walau hati ini takut...aku percaya akan asmaNya...
Toh, Dia Maha Pengampun...meski hanya beberapa zaitun yang kan aku terima dariNya...
Dasar tak tau malu...masih bisa aku mengharap ampunanNya...siapa lagi selain Dia...yang akan mengampuni kehinaan ini...
Sungguh, Dia patut atas segala pujian!
Seandainya tiada adzab setelah kematian...tiada janji akan surga...tiada janji akan neraka...kematian dan kebusukan cukup sebagai peringatan...agar menjauhi SIA-SIA...
Heem...indah bukan?? Hoho, temen ku giituuu... Ehem, dia bernama Restu Gusti Uji Panuntun, the creator of that poem... Puisinya sarat makna yah, seakan mengajak kita untuk bertobat... Pesan buuat Uji, saya sama skli tak bermaksud tuk membajak apalagi mengaku-ngaku yang bkin ni puisi...saya cuma kagum ma hasil senimu, itu aja, jadi gk kberatan kn klo dipajang di blog orang, okeh? Hehei.

Karya Sastra Ciptaan Adik Tercinta

PEMANDANGAN
Gunung...
Di sanalah pemandangan indah
Ada pohon...
Ada hewan...
Di sana...
Indah sekali
Tapi jangan digundulkan
Karena itu milik Tuhan
Hutan...
Banyak hewan
Banyak pohon
Indah sekali...
Di sanalah hewan tinggal
Dan hewan langka
Tapi hutan...
Jangan dimusnahkan
Laut...
Berwarna biru...
Banyak ikan
Indah sekali
Ikan itu banyak...
Laut itu bersih
Bukan untuk sampah
Karena ikan itu akan mati
Haha, ni dia puisi pertama ciptaan adik kuu... How, mengesankan bukan? Heheh! Yang bikin menarik dari puisi ini, ada di bait trakhir... "Bukan untuk sampah karena ikan itu akan mati". Bener-bener gak puitis, wkwk!